Analisa Kelayakan Bisnis : Yuk Intip Caranya


Jurusan Kuliah Entrepreneurship di Lima Universitas di Indonesia ...
Sumber : www.rencanamu.id
Assalamualaikum Guys. Gimana kabar kalian hari ini? semoga baik-baik aja ya. Hari ini mungkin cukup menarik ya guys karena gua bakal ngejelasin mengenai analisa kelayakan bisnis. Nah buat teman-teman yang ingin memulai bisnis cocok banget nih buat belajar materi ini. Yuk langsung aja kita simak materinya. 

Sobat keren udah pada tahu arti analisa kalayakan bisnis belum? Gua rasa sih belum ya, ini penjelasannya.

Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. Ukuran kelayakan masing-masing jenis usaha sangat berbeda, akan tetapi aspek-aspek yang digunakn unutuk layak atau tidaknya adalah sama sekalipun bidang usahanya berbeda. Penilaian masing-masing aspek nantinya harus dinilai secara keseluruhan, bukannya berdiri sendiri-sendiri. Studi kelayakan bisnis sangat penting bagi perusahaan yang akan berdiri walaupun tingkatan kerumitan dalam studi kelayakan bisnis ini relative (Kasmir dan jakfar, 2006 ;Umar,2003).

Selain itu tujuan utama dilakukan studi kelayakan bisnis ini tentu agar perusahaan yang akan berdiri berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi tidak mendukung. Oleh karena itu studi kelayakan bisnis harus benar adanya, jangan sampai terjadi kesalahan dalam perhitungannya.

Setelah temen-temen paham mengenai pengertian dan tujuan dari analisa kelayakan bisnis, lu juga harus tahu mengenai kriteria investasi. Yuk fokus lagi

1. Metode Net Present Value (NPV)
Metode penilaian investasi net present value (NPV) adalah selisih antara nilai sekarang dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan uang kas bersih dimasa mendatang. Dalam perhitungan net present value diperlukan data-data mengenai perkiaraan biaya operasi dan pemeliharaan, biaya investasi dan prakiraan keuntungan dari investasi yang sedang direncanakan

2. Metode Payback Period (PP) 
Analisa metode penilaian investasi payback period adalah sebuah metode untuk mengetahui kapan waktu kembalinya dana investasi yang telah dikeluarkan. Payback period mengukur lamanya dana investasi yang dikeluarkan perusahaan akan kembali seluruhnya seperti awal mula.
Dengan analisa metode payback period akan diketahui berapa lama sebuah investasi bisa dikembalikan ketika terjadi kondisi BEP (break even point) atau titik impas. Perhitungan metode ini diakukan dengan menghitung periode waktu yang dibutuhkan ketika jumlah arus kas yang masuk sama dengan jumlah arus kas yang keluar.

3. Metode Profitability Index (PI) 
Analisa metode penilaian investasi profitability index (PI) membandingkan antara nilai arus kas dimasa mendatang dengan nilai pengeluaran investasi yang sekarang. Profitability index dikenal juga dengan nama profit investment ratio (rasio laba investasi) dan value investment ratio (rasio investasi nilai). Apabila profitability Index hasilnya lebih besar dari 1, Investasi tersebut layak untuk diambil. Semakin besar angkanya, maka investasi tersebut semakin layak.

4. Metode Average Rate of Return (ARR) 
Metode penilaian investasi average rate of return ini menilai seberapa besar keuntungan dari sebuah investasi. Keuntungan yang dimaksud adalah laba bersih setelah pajak yang dibandingkan dengan nilai rata-rata dari investasi. Jadi ARR diukur dari laba perusahaan. Bukan arus kas investasi perusahaan. Apabila hasil perhitungan angka ARR lebih besar daripada tingkat return yang diisyaratkan. Maka investasi ini layak untuk lakukan. Namun apabila yang terjadi sebaliknya, maka investasi tersebut tidak layak untuk dijalankan.

Nahh mungkin sampe sekarang lu masih pada bingung kan? tenang aja sob, gua disini akan memberikan contoh dan jawaban cara menghitung NPV yang baik dan benar, dengan Rumus yang sangat simple-simple parah.

Contoh NVP : 
Sebuah Perusahaan masakan cepat saji ingin membeli alat-alat dapur untuk meningkatkan jumlah produksi produknya. Harga alat-alat baru tersebut adalah sebesar Rp. 200 juta dengan suku bunga pinjaman sebesar 10% per tahun. Untuk Arus Kas yang masuk pada perusahaan itu diestimasikan sekitar Rp. 100 juta per tahun, selama 5 tahun. Apakah rencana investasi pembelian alat-alat dapur dapat dilanjutkan?

Penyelesaiannya :
Diketahui :
Ct = Rp. 100 juta
C0 = Rp. 200 juta
r = 10% (0,1)
NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0
NPV = ((100/1+0,1) + (100/1+0,10)2 + (100/1+0,1)3 + (100/1+0,1)4 + (100/1+0,1)5) – 200
NPV = (90.9 +  + 82,64 + 75.13 + 68.3 + 62.1 ) – 200
NPV =  379.08– 200
NPV = 179.088
Jadi nilai NPV-nya adalah sebesar Rp. 179.08 juta.

Klik video di bawah untuk mendengarkan penjelasan perhitungan NVP menggunakan rumus kedua ( Tabel NVIFA ) yang menurut saya cara tersebut lebih mudah daripada rumus di atas.


Dari hasil perhitungan contoh soal kita diatas, nilai bersih saat ini atau nilai Net Present Value (NPV) adalah Positif dengan nilai sebesar Rp. 179.08 juta. Ini berarti alat-alat dapur  yang bersangkutan dapat menghasilkan sekitar Rp. 179.08 juta setelah melunasi biaya pembelian mesin dan juga biaya bunga. Sesuai dengan perhitungan tersebut, maka dapat diputuskan bahwa rencana investasi pembelian mesin produksi baru dapat dilanjutkan.

Gimana temen-temen sudah paham dengan materinya? gua harap kalian semua paham ya. Mungkin cukup untuk materi kali ini. Buat temen-temen jangan lupa ya minggu depan gua akan hadir dengan materi yang lebih menarik lagi dari ini. Jangan sampai kelewatan ya. Semangat Berwirausaha!!!

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.